Sabtu, 06 Februari 2010

Stasiun solo balapan

Stasiun Solo Balapan adalah stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873) dan merupakan salah satu stasiun besar tertua di Indonesia (setelah Stasiun Semarang Tawang). Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Mangkunagara IV, dan merupakan stasiun untuk wilayah Kadipaten Praja Mangkunagaran. Stasiun besar di Solo untuk wilayah Kasunanan adalah Stasiun Solo Jebres.

Asal-Usul

Bangunan stasiun ini dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Setasiun Solo Balapan memiliki dua emplasemen, Utara dan Selatan. Emplasemen Selatan memiliki lima sepur/jalur sedangkan emplasemen Utara memiliki tujuh sepur. Emplasemen Selatan umumnya dipakai untuk pelayanan KA penumpang, sementara Emplasemen Utara lebih diperuntukkan untuk pelayanan KA barang dan pemberangkatan kereta api Senja Utama Solo. Ke arah timur, terdapat dua jurusan, rel arah ke utara menuju ke Semarang, rel ke timur menuju Surabaya. Di sisi timur setasiun terdapat segitiga pembalik (wye) yang memungkinkan rangkaian kereta api berbalik arah seluruhnya dengan menggunakan prinsip langsir. Sisi-sisi segitiga pembalik ini juga memungkinkan kereta api dari timur (dari setasiun Solo Jebres) untuk langsung ke utara / ke Semarang tanpa lewat setasiun Solo Balapan dan sebaliknya. Di dekat segitiga pembalik ini terdapat Depo BBM Pertamina, yang rel masuknya juga dari salah satu sisi segitiga pembalik ini.

Jumat, 05 Februari 2010

Stasiun di solo

Stasiun Solojebres


 / -7.56194; 110.83917
Stasiun Solo Jebres

Stasiun Solojebres (SJ) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Purwadiningratan, Jebres, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +97 m dpl ini berada di bawah manajemen PT Kereta Api Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Stasiun Solojebres terletak ke arah timur dari Jl. Urip Sumoharjo. Di dekat stasiun ini terdapat sebuah terminal peti kemas yang kini tak lagi aktif.

Stasiun Solojebres terletak di daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Didirikan pada tahun 1884 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij, Stasiun Solojebres dahulu adalah stasiun besar untuk Staatsspoorwegen.

Kereta api

Kereta api yang berhenti di Stasiun Solojebres adalah kereta api ekonomi dan komuter.

Jebres

Jebres adalah salah satu kecamatan yang ada solo (Surakarta), Jawa Tengah, Indonesia. Ini terletak di utara-timur kota. Ini memiliki luas wilayah 12,58 km ² dan populasi 127.894 (2001). Berbeda dengan kecamatan lain kota, Jebres memiliki beberapa daerah pegunungan. Hampir semua pemakaman di kota Solo terletak di kecamatan ini.

Pemakaman yang ada di kecamatan jebres meliputi: Astana Bibis Luhur, TPU Purwoloyo, TPU Utoroloyo, TMP Kusuma Bakti, PUCANG Sawit Pemakaman, dan Jebres Pemakaman Cina.


Kelurahan yang ada di jebres: Sudiroprajan, Gandekan, Kampung Sewu, Jagalan, PUCANG Sawit, Jebres, Mojosongo, menurut dia, Tegalharjo, Purwadiningratan, Kepatihan Wetan, dan Kepatihan Kulon.

Universitas/Perguruan tinggi

Universitas publik terbesar di Solo. yaitu Universitas Sebelas Maret yang terletak di kecamatan ini. terletak di daerah yang lebih kecil yang disebut Kentingan, yang juga terkenal dengan suaka.

The Solo Club - Pubs and Bars -

* Pharaoh Pub at Hailai International Eksekutif Club
* MJ Clubby Lounge, Jl. Rajiman 118.
* Musro Bar, Hotel Quality.
* Bar Saraswati, hotel Novotel.
* Bizztro Saraswati, Resto and Cafe
* Atria Kafe.
* New Fortuna Kafe (tempat nyanyi Tia AFI).
* Melati PUB, Hotel Agas International.
* Holland Pub.
* Kafe Wiryodigdo, Hotel Sahid Raya.
* Kafe Bola.
* Kafe Gamelan, Jl. Slamet Riyadi.
* Kafe Jaya, Jl. Hasanudin.
* J&J Kafe (owner : Jujuk Srimulat).
* Kafe Solo (Owner : Sardono W Kusumo (Rektor IKJ Jakarta).
* Puri Parisuko Bar&resto, Hotel Lor In (Bintang 5).
* Kafe Dangdut BMW, Gajahan.
* Pub Utopia,Telephone:+44(0)1529 303200

8 kafe paling populer

* Golden Resto&Karaoke.
* Hailai /HIEC Karaoke.
* NAV. Karaoke, Mesen Sequare Jl. Urip Sumoharjo.
* Legend Diskotek.
* Freedom Diskotik.
* Solo Diskotik.
* Atrium Solo Baru Karaoke.

Fasilitas Akomodasi kota solo

Bagi Anda yang ingin menginap di kota solo ini saya kasih informasi hotel dan penginanapan di kota solo yang saya ketahui :

Agas International Hotel ***
Jl. Dr. Muwardi 44
Ph:(0271)714888 Fax:(0271)720747

Asia Hotel **
Jl. Mongisidi 1
Ph:(0271)661166 Fax:(0271)646418

Baron Indah Hotel
Jl. Dr. Rajiman 392
Ph:(0271)729071 Fax:(0271)732090

De Solo (Boutique Hotel)
Jl. Dr. Sutomo 8 - 10
Ph:(0271)714887 Fax:(0271)714887

Diamond Hotel **
Jl. Slamet Riyadi 392
Ph:(0271)726232 Fax:(0271)715343

Dwi Agung Hotel *
Jl. Bandara Adi Sumarmo
Ph:(0271)782278 Fax:(0271)783291

Grand Orchid *
Jl. Gajahmada 29
Ph:(0271)731888 Fax:(0271)712233

Grand Setia Kawan ***
Jl. Ahmad Yani 290 A
Ph:(0271)718989 Fax:(0271)715243

Ibis Solo ***
Jl. Gajahmada 23
Ph:(0271)724555 Fax:(0274)724666

Indah Palace **
Jl. Veteran 284
Ph:(0271)711011 Fax:(0271)724368

Lor In *****
Jl. Adisucipto 47
Ph:(0271)724500 Fax:(0271)724400

Narita Hotel ***
Jl. Adi Sucipto
Ph:(0271)721000 Fax:(0271)722999

Novotel Hotel ****
Jl. Slamet Riyadi 272
Ph:(0271)724555 Fax:(0271)724666

Riyadi Palace Hotel ***
Jl. Slamet Riyadi 335
Ph:(0271)717181 Fax:(0271)721550

Sahid Kusuma ****
Jl. Sugiyopranoto 20
Ph:(0271)646356 Fax:(0271)644788

Sahid Raya ****
Jl. Gajahmada 58
Ph:(0271)644144 Fax:(0271)644133

Solo Inn ***
Jl. Slamet Riyadi 365



Penginapan losmen di Kota solo :
Penginapan di daerah S. Riyadi
Penginapan di daerah Colomadu , Jl. Adisucipto
Penginapan di Daerah Pajang, Makamhaji .
Penginapan di daerah kalitan .
Penginapan di daerah deket mangkunegaran .
Penginapan di daerah bolon Colomadu .

Sejarah awal dan pra-Republik

Kota Surakarta didirikan pada tahun 1745, ditandai dengan dimulai pembangunan Keraton Mataram sebagai ganti keraton di Kartasura yang hancur akibat pemberontakan orang-orang Tionghoa melawan kekuasaan Pakubuwono (PB) II yang bertakhta di Kartasura pada tahun 1742. Pemberontakan ini bahkan mengakibatkan PB II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur.

Dengan bantuan VOC, pemberontakan dapat ditumpas dan Kartasura direbut kembali, tapi keraton sudah hancur dan dianggap "tercemar". Sunan Pakubuwana II lalu memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta komandan pasukan Belanda J.A.B. van Hohendorff untuk mencari lokasi ibu kota Kesultanan Mataram yang baru. Untuk itu dibangunlah keraton baru 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, pada 1745, tepatnya di Desa Sala di tepi Bengawan Solo. Kelak namanya berubah menjadi Surakarta. (Catatan-catatan lama menyebut bentuk antara "Salakarta"[1]). Pembangunan kraton baru ini menurut catatan menggunakan bahan kayu jati dari kawasan Alas Kethu, hutan di dekat Wonogiri Kota dan kayunya dihanyutkan melalui sungai. Secara resmi, keraton mulai ditempati tanggal 17 Februari 1745 (atau Rabu Pahing 14 Sura 1670 Penanggalan Jawa, Wuku Landep, Windu Sancaya).

Berlakunya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Surakarta menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta, dengan rajanya PB III. Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta, dengan rajanya Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono (HB) I). Keraton dan kota Yogyakarta mulai dibangun pada 1755, dengan pola tata kota yang sama dengan Surakarta yang lebih dulu dibangun.

Perjanjian Salatiga 1757 memperluas wilayah kota ini, dengan diberikannya wilayah sebelah utara keraton kepada pihak Pangeran Sambernyawa (Mangkunagara I). Sejak saat itu, Sala merupakan kota dengan dua sistem administrasi, yang berlaku hingga 1945, pada masa Perang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Transportasi yang ada di Solo

Kota Surakarta terletak di pertemuan antara jalur selatan Jawa dan jalur Semarang-Madiun, yang menjadikan posisinya yang strategis sebagai kota transit. Jalur kereta api dari jalur utara dan jalur selatan Jawa juga terhubung di kota ini.

Angkutan darat

Terminal bus besar kota ini bernama Tirtonadi yang beroperasi 24 jam karena merupakan jalur antara yang menghubungkan angkutan bus dari Jawa Timur (terutama Surabaya dan Banyuwangi) dan Jawa Barat (Bandung). Selain Tirtonadi, terdapat pula dua terminal untuk angkutan lokal: Terminal Harjodaksino di sisi selatan kota (dulu merupakan terminal bus antarkota) dan Terminal Tipes di sisi barat kota. Selain itu, dua terminal penunjang terdapat pula di sekitar kota namun berada di luar pengelolaan Pemerintah Kota, yaitu Terminal Kartasura di barat dan Terminal Palur di timur kota.

Stasiun kereta api utama bernama Stasiun Solo Balapan yang merupakan stasiun untuk pemberangkatan kereta api kelas Bisnis dan Eksekutif dan terletak berdekatan dengan terminal bus Tirtonadi, suatu hal yang jarang dijumpai di Indonesia. Hubungan perjalanan dari setasiun ini cukup baik, mencakup semua kota besar di Jawa secara langsung dan hampir dalam semua kelas. Di Kota Surakarta juga terdapat tiga setasiun kereta api lain. Stasiun Solo Jebres dipakai sebagai stasiun perhentian untuk kereta-kereta api kelas Ekonomi atau kereta api relasi Semarang-Madiun. Stasiun Solo Kota merupakan stasiun perhentian untuk jalur KA Purwosari-Wonogiri. Stasiun Purwosari di tepi barat kota merupakan stasiun cabang menuju Wonogiri.

Angkutan udara

Surakarta memiliki bandar udara internasional Adisumarmo (kode SOC, dulu bernama "Panasan", terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar dan Boyolali) yang terhubung ke Jakarta,Kuala Lumpur, dan Singapura. Waktu tempuh perjalanan udara dengan Jakarta berlangsung kurang lebih 50 menit. Beberapa operator penerbangan yang melayani rute dari/ke kota Solo antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Indonesia Air Asia, Mandala Air, Air Asia, Silk Air, dll. Bandar udara ini juga menjadi pusat pemberangkatan dan penerimaan haji dari Asrama Haji Donohudan Boyolali Indonesia.

Angkutan kota

Angkutan umum dalam kota mencakup bus kota, angkot, taksi, becak, dan andong.